03 September 2009

Hening....



Ingin rasanya waktu berhenti sejenak..aku tertidur pulas..melupakan semua gelisah yang ada… tak ada target., khawatir, sedih kasihan..pokoknya aku ingin semua rasa hilang, yang ada hanya hening…. Jiwa yang tenang tanpa beban.

mau ku teriakan segala keluh kesahku juga percuma… berisik…!!! Ganggu kesenangan orang lain… mau aku ceritakan semua keluhku pada orang terdekat pun…. Percuma… gak ngaruh… malah kadang bikin tambah Puyeng….. heheheh itumah nama lainku “avuy” (anak vuyeng)..

aku hanya ingin berbagi rasa lelahku…
aku lelah dengan keadaan
lelah dengan semua beban
lelah dengan ke tidakmujuran ku
lelah dengan penglihatan dan pendengaran….

Aku sadar itu adalah bahagian dari kewajiban aku sbg seorang suami…100% aku sadar… makanya aku gak mau berkeluh kesah pada siapapun akan semua gundahku…

Awal bulan seharusnya ceria… tapi mendatangkan sejuta mendung di otaku… bayangkan selama bertahun tahun aku harus membayar hutang atas apa yang tidak aku nikmati dan aku senangi bahagianya…. Saat orang lain sudah berjalan dan ada yang berlari…aku masih sibuk mencari sandal dan sepatu sbg bahan pijakan…. Aku sedih… kenapa begini..?

Segala rasa berkecamuk melinangkan air mataku di asharku…. Kembali berjumpa dengan dua mahluk investasiku menjelang adzan maghrib…. Ku peluk buah hatiku.. dalam hati ku berbisik..”maapkan papamu yah…. Yang blm bisa bahagiakanmu.”

Aku butuh tempat berbagi, bersandar,, tapi aku sadar tak mungkin memaksa pendampingku untuk semua itu… aku tahu aku tahu siapa dia… yang mgk dlm beberapa hal diantara dia dan aku takan pernah bisa saling memahami dan mengerti,perbedaan persepsi karena berbedanya alat (tools) yang digunakan untuk mengolah semua rasa dan logika.

Akhirnya aku rebah…. Tertidur pulas hingga sahur membangunkanku…..
Walau blm sepenuhnya ku merasa tegar..tetap ku ucap Subhanallah,Allohu Akbar. Mencoba Tahajjud,taubat dan hajat diatas sajadah, diakhiri dengan Nawaitu shaumal goddi…….

Peluk Aku Sang Terkasih…..

Hari kedua dari kemarin… ada sedikit yang berubah.. ikhlasku mulai tumbuh Rojja’ (pengharapan) ku mulai segar…aku mendapati optimis di teriknya matahari yang membuat peluh menyelinap keluar dari pori poriku….
Perlahan terucap…”Illahi…anta maksudi… waridloka mathlubi… (tuhanku… engkau tujuanku dan ridhoMU yang aku cari)…

Yah..aku salah… selama ini aku salah …selalu bergantung pada manusia, mengharapkan belas kasihan… iri terhadap sedikit pemberian…. Aku lupa bahwa hanya DIA lah sang maha pemberi…

Mudah mudahan hijau daun yang mulai segar dan meranah tumbuh ini..selaras dengan ruh pendampingku untuk bersikap Qona’ah dan meninggikan ikhlas… hidayah dari Allah atas anak anku sangat diharapkan,,,hilangkan Ria…Ujub dalam hatinya, jadikan anak yang sholeh yang bias mengukur sesuatu bukan dari harta.

Sejujurnya…Aku tidak mau ada yang membaca tulisan ini. Tapi alangkah indahnya hati ini setelah semua rasa kutuangkan dalam tuts tuts keyboard ini.

Alhamdulillah Ya Robb…..


No comments: